Safety Equipments for Industry

Dalam menjalankan kegiatan pekerjaan, dipastikan ada factor resiko adanya Safety Equipmentskecelakaan kerja, untuk itu diperlukan Alat Pelindung Diri atau dikenal dengan Personal Protective Equipment diciptakan untuk melindungi bagian tubuh terkena dari paparan bahaya yang ditimbulkan didalam aktifitas kerja, untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan tersebut.

Peralatan untuk Pelindung diri (APN), diantaranya:

1. Safety shoes and Boot
2. Half face piece ( Masker ) Disposable dan reusable
3. Hearing Protection
4. Hand Protection ( Gloves, ect )
5. Petroleum and Chemical Sorbent
6. Falling Protection (Untuk pekerja pada gedung/bangunan tinggi)
1. Safety shoes and Boot , fungsi dan kegunaan diantaranya:
Osha-Nevada-Boot-33- Mengurangi atau menghindarkan resiko terbenturnya jari-jari kaki dari benda keras saat melakukan aktifitas.
- Mengurangi atau menghindarkan resiko tertimpa benda keras ke bagian kaki, karena sepatu safety diberi alat pelindung besi didepannya dan didesain sedemikian rupa.
- Melindungi dari resiko terjadinya paparan percikan api dari luar
- Mengurangi atau menghindarkan terjadinya terpeleset karen lantai licin terkena minyak. Karena alas sepatu safety biasanya dilapisi dengan bahan tebal terbuat dari karet yang tidak mudah terpeleset karena rekat
- Melindungi kaki dari menginjak benda runcing yang bisa melukai bagian bawah maupun samping kaki.
2. Half face piece ( Masker ) Disposable dan reusable Eye-Protection
Facepiece Respirators, Filters dan Cartridges memberikan tingkat kenyamanan yang tinggi dan proteksi respiratory yang memuaskan. Dapat digunakan untuk mengatasi uap-uap organik, gas-gas asam, amonia, methylamine, formaldehyde dan partikel berbahaya lainnya.
Full Facepiece dibuat dari bahan silikon sedangkan Half Facepiece dibuat dari karet atau silikon.
3. Hearing Protection

Ear-protection1Mengacu kepada Keputusan Menteri Pertambangan KepMen 555.K tahun 1995, pada Pasal 85 ayat (3) disebutkan bahwa pekerja yang tak terlindung terhadap kebisingan yang melebihi nilai ambang batas harus memakai alat pelindung pendengaran. Kita menggunakan 85 desibel sebagai Nilai Ambang Batas (NAB), mengacu pada Standar Nasional Indonesia SNI#16-7063-2004

Pertimbangan menggunakan alat pelindung pendengaran adalah sebagai berikut:

  • Terdapat pajanan kondisi bising terus menerus lebih dari 85 desibel;
  • Mengalami sensasi mendengung (ringing) di telinga setelah berada di area yang bising;
  • Anda terganggu, cemas, gelisah, setelah berada di area yang bising;
  • Anda ingin meningkatkan kenyamanan terhindar dari suara bising;
  • Anda tidak biasanya merasa lelah setelah bekerja di area yang bising; atau
  • Di tempat dimana anda bekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung pendengaran.

 

4. Hand Protection ( Gloves, ect )

Hand-protectionokSarung tangan / gloves ini untuk perlindungan tangan digunakan untuk menghindari resiko memar pukulan, benda tajam atau jari terjepit, menghindari paparan panas di tangan, terkena cairan kimia berbahaya dan banyak kegunakan lain untukperlinudungan tangan dalam pekerjaan ataupun dalam perjalanan. Bahan gloves sebaiknya dibuat yang nyaman dan tidak menimbulkan jamur pada kulit tangan.

5. Petroleum and Chemical Sorbent

Adalah salah satu perangkat untuk menyerap cairan kimia atau bahan bakar yang dapat mengotori limbah industri yang akan diolah dan dibuang

Sorbent Ok

.

6. Falling Protection
Falling-equipmentSistem penangkapan jatuh pribadi adalah peralatan yang diperlukan untuk mengamankan seseorang ke sebuah titik pelabuhan sedemikian rupa sehingga jatuh dari ketinggian adalah benar-benar baik dicegah atau ditangkap dengan aman. PPE adalah perlengkapan pelindung pribadi dikenakan atau dipegang oleh orang dan, dalam kasus jatuhnya perlindungan, terdiri dari tubuh penuh memanfaatkan dan perangkat penghubung ( tali pendek, blok atau antar-jemput) melampirkan baju zirah ke perangkat pelabuhan.
Individual komponen ini tidak akan memberikan perlindungan dari jatuh. Digunakan dengan benar dalam hubungannya dengan satu sama lain dan dengan pelatihan yang cocok, mereka membentuk sebuah Sistem Penangkapan Fall Pribadi yang menjadi sangat penting untuk keselamatan di tempat kerja dan keseluruhan program perlindungan jatuh.
Jatuh dari ketinggian adalah salah satu penyebab utama cedera serius dan kematian di tempat kerja. Analisis dari semua kecelakaan industri biasanya tidak tepat menyoroti kondisi kerja sebagai faktor utama. Dalam kasus bekerja di ketinggian, dampak langsung dan serius, yang mengakibatkan cacat atau kematian utama. Sekitar satu dari tujuh tempat kerja korban jiwa adalah karena jatuh dari ketinggian.

Comments are closed.